News & Event

JAN 21

Memasyarakatkan Pariwisata

January 21, 2013 | by Admin AMPTA
Program Visit Indonesia Year akan tetap dilanjutkan hingga pada tahun 2010, karena dari tahun ke tahun dinilai mampu menggerakkan daerah-daerah untuk semakin bergairah membangun pariwisata wilayahnya. Program ini dinilai telah sukses menjaring dan mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung ke tanah air hingga mampu mencatat rekor jumlah kunjungan 6,4 juta wisman pada 2008 dengan jumlah devisa mencapai 7,5 juta dolar AS. Tahun ini diprediksikan target sebesar 6,5 juta wisman akan terlampaui hingga tutup tahun 2009. Sesuai hasil survei World Economic Forum pada 2009, Indonesia menempati posisi 81 dari 133 negara di dunia tentang daya saing pariwisata. Indeks daya saing kepariwisataan itu dinilai dari tiga hal yakni kerangka regulasi, infrastruktur dan bisnis, serta sumber daya manusia, budaya, dan alam. Rangking ini sangat jauh dibadingkan dengan negara tetangga, Singapore pada peringkat 10, Malaysia peringkat 32, Thailand ke 39, dan Brunei ke 69.

Meskipun dipandang efektif namun program tersebut belumlah optimum. Program tersebut lebih berkonsentrasi pada promosi, belum menyentuh pada bidang-bidang lintas sektoral, seperti pemberdayaan masyarakat, budaya, infrastruktur dan lingkungan. Meningkatkan peringkat Indonesia diperlukan koordinasi seluruh pemangku kepentingan termasuk peran aktif masyarakat.

Pariwisata merupakan fenomena yang kompleks, bukan sekedar kegiatan dengan objek utama industri pelayanan yang melibatkan manajemen produk dan pasar, tetapi lebih dari itu merupakan proses dialog antara wisatawan sebagai guest dan masyarakat sebagai host. Kegiatan pengembangan yang terkait dengan karakteristik masyarakat namun hanya menggunakan pendekatan sepihak dari sisi pasar merupakan konsep yang tidak proporsional. Suatu kegiatan pengembangan terhadap lokasi komunitas tertentu di mana karakter masyarakat secara fisik sosial budaya merupakan sumber daya utama, maka pengembangan perlu memandang masyarakat dalam hal ini seniman, swasta, dan budayawan sebagai sumber daya yang berkembang dinamis untuk berkembang sebagai subjek bukan sekedar objek. 

Oleh : Drs.Budi Hermawan,MM