Artikel

JUL 21

Bahasa Asing, Industri Pariwisata, dan Pendidikan

July 21, 2017 | by R Saptoto

Bahasa Asing, Industri Pariwisata, dan Pendidikan

Oleh Saptin Dwi Setyo Hastuti, M.Pd

Pengampu mata kuliah Bahasa Inggris

 

Bahasa tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari manusia. Manusia berinteraksi dengan manusia lain dengan menggunakan bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Dalam dunia pariwisata, pembelajaran bahasa asing menjadi hal yang utama karena berkaitan dengan pelayanan kepada wisatawan, khususnya wisatawan asing. Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang mutlak dikuasai oleh orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pariwisata. Kemutlakan ini merupakan buah dari penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa penghubung antar manusia yang berbeda secara geografis, budaya, bangsa, dan bahasa. Tidak berhenti pada penguasaan bahasa asing,  namun seseorang juga harus mengenal budaya bangsa lain karena bahasa tidak dapat dipisahkan dari budaya. Dalam melayani wisatawan asing, memiliki kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni tidaklah cukup tanpa mempunyai pemahaman yang baik terhadap budaya, dalam hal ini berkaitan dengan courtesy atau manner. Karena pada dasarnya komunikasi akan terjalin dengan baik ketika seseorang mahir menggunakan bahasa dan mampu menempatkan atau membawa diri. Komunikasi yang terjalin baik antara penyedia dan pengguna jasa pariwisata akan memberikan dampak yang positif terhadap keberlangsungan industri pariwisata. Dengan menggeliatnya industri pariwisata di Indonesia saat ini harus diimbangi dengan tersedianya sumber manusia yang mampu berkomunikasi menggunakan bahasa asing dengan baik dan mampu membawa diri saat melayani wisatawan.

Sebuah institusi pendidikan yang berbasis pariwisata bertanggung jawab dalam membekali calon penyedia jasa pariwisata dengan kemampuan bahasa dan pemahaman budaya yang cukup. Tanggung jawab tersebut dituangkan ke dalam kurikulum yang disusun tidak hanya berpaku pada peraturan pemerintah tetapi juga tuntutan industri pariwisata. Namun, perlu kita ketahui, belajar bahasa asing bukanlah hal yang mudah. Pembelajaran bahasa asing harus dilakukan secara terus menerus dan memerlukan ketekunan. Selain itu,  pembelajaran bahasa asing di kelas harus disertai dengan memberikan pemahaman tentang perbedaan budaya. Dengan terbatasnya pembelajaran bahasa asing di kelas maka pengajar bahasa asing harus mempunyai kreatifitas dalam mendorong siswanya untuk berlatih atau belajar bahasa asing. Upaya yang dapat dilakukan adalah bekerja sama dengan industri pariwisata seperti hotel, restaurant, ataupun travel agent untuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk melihat atau belajar bahasa secara langsung di industri. Dengan harapan dapat memberikan pengalaman bagi siswa. Peran serta industri pariwisata mutlak diperlukan dalam hal memberikan informasi perkembangan pariwisata yang berjalan pada saat ini sehingga institusi pendidikan dapat memberikan bekal yang cukup dan sesuai dengan industri pada saat ini. Perlu kita sadari bahwa tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas merupakan tanggung jawab bersama antara institusi pendidikan dan juga industri pariwisata sehingga dapat menciptakan hubungan timbal balik yang saling menguntungkan.