Artikel

JUL 21

MENGENAL DESA WISATA SUROCOLO

July 21, 2017 | by R Saptoto


MENGENAL DESA WISATA SUROCOLO
(PUNCAK KAYANGAN DAN GOA JEPANG)
Oleh
Dra Sri Larasati, MM
Dosen STP AMPTA Togyakarta

 

Desa Wisata Kampung Surocolo yang merupakan perbukitan bernama Surocolo yang berlokasi  di Dusun Ngreco, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Bantul.

Keindahan alam di kampung Surucolo memang luar biasa. dari puncak Mrangi. Jika wisatawan menghabiskan waktu pada sore menjelang malam maka terlihat matahari terbenam yang indah. dengan suasana dan suara jangkrik akan menambah suasana pedesaan . di tambah lagi dari puncak Mrangi bisa lihat sungai opak dan laut depok
              Daya tarik wisata puncak perbukitan di kawasan pantai selatan    adalah Puncak Kayangan . Keberadaannya masih jarang dikenal karena menjadi daya tarik wisata pelangkap dari Goa Jepang Pundong,

Di atas    puncak tertinggi   telah dibuatkan sebuah gazebo. Untuk  menikmati lanscape pesissir selatan  Bantul.
Sebelum menuju Puncak Kayangan akan melewati Patirtan, dimana terdapat   pohon Randu Alas yang berusia 550 tahun (sebelah Barat) dan Pohon  berusia 600 tahun (sebelah Timur) yang mengeluarkan  air (mata air) yang tidak pernah kering dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk konsumsi

bila kita naik keatas  sebelah timur pohon randu terdapat Goa Sunan Mas peninggalan Amangkurat III di lokasi ini kita juga bisa menikmati indahnya panorama alam dengan jalan yg berkelok sejauh 150 m ke Utara dengan sajian kuliner yang terkenal wedang Ereng-Ereng dan Sego Sangit

  Goa Jepang   merupakan bangunan peninggalan militer Jepang pada masa Perang Dunia II yang di bangun sekitar tahun 1942-1945, untuk mengantisipasi serangan Sekutu ke Jawa dari laut Samudera Hindia. Lokasi Gua Jepang berada di wilayah dusun Ngreco & Poyahan, desa Seloharjo, kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul.

Gua Jepang yang terdiri dari 18  gua yang saling berhubungan dan dengan fungsi yang berbeda-beda yang dibuat dengan bahan dasar beton (semen pasir koral). bertulang (besi) dengan pintu dari kayu (tapi saat ini kesemua pintu gua sudah tidak ada,  ). Luas keseluruhan dari lokasi Gua Jepang sekitar 12 hektar.
               Seperti benteng pertahanan, Gua di bangun dengan membuat lubang didinding-dinding bukit, juga ada yang dibuat sedikit menjulang keatas sekitar 1 meter berbentuk segi lima, dan disetiap sisi ada lubang kotak persegi panjang, yang digunakan  untuk mengintai ataupun menaruh moncong senjata, Gua Jepang memiliki kedalaman ruang yang variatif, ada yang hanya seukuran 2×2 meter hingga seluas 6×6 meter. ukuran pintu gua sekitar 100 x 150cm. Ketebalan dinding gua sekitar 30-60 cm, serta dilengkapi dengan ruang pertemuan, dapur. Gua Jepang masuk dalam suaka Cagar budaya, jadi keberadaannya dilindungi oleh pemerintah Yogyakarta dalam hal ini Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta. Diharapkan menjadi sebuah saksi sejarah yang bisa dilihat hingga  generasi selanjutnya.  Di Gua Jepang ada pos jaga serta proses pembersihan berkala dari dinas BPCB Jogja,  sehingga terlihat bersih.

            Sekilas   MENGENAL DESA WISATA SUROCOLO (PUNCAK KAYANGAN DAN GOA JEPANG) yang masih merupakan embrio yang akan dikembangkan menjadi   menjadi Daya Tarik wisata melengkapi Daya tarik Wisata yang sedang digemari oleh para wisatawan terutama kula muda seperti Puncak Becici, Pinus Pengger dan lainnya di daerah bantul.