Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) AMPTA Yogyakarta melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menggelar Seminar dan Pembekalan KKN-PM 2025 pada 23 - 25 September 2025. Acara ini menghadirkan berbagai narasumber dari praktisi desa wisata hingga akademisi untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Seminar bertajuk “Penguatan Desa Wisata Berbasis Quality Tourism dan Kreativitas Lokal: Strategi Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan yang Berdaya Saing Nasional” menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat, pemetaan sosial, strategi komunikasi dengan warga desa, hingga penulisan proposal dan laporan KKN.
Narasumber utama antara lain Bapak Budi, Ketua Pengelola Desa Wisata Umbul Sidomulyo yang berbagi praktik terbaik pemberdayaan masyarakat. Kemudian Bapak Nono Karsono, aktivis pemberdayaan masyarakat yang membahas pemetaan sosial dan strategi pendekatan warga. Serta Bapak Andi dari Desa Wisata Institut yang memaparkan strategi pengembangan desa wisata berbasis quality tourism.
Rangkaian kegiatan berlangsung pada 23 September 2025 untuk seminar, serta 24–25 September 2025 untuk pembekalan KKN-PM yang diselenggarakan di lingkungan STP AMPTA Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke lapangan melalui program Kuliah Kerja Nyata-Pengabdian Masyarakat (KKN-PM). Tujuannya agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu membaca kondisi sosial, menyusun program kerja, dan membangun kolaborasi nyata bersama masyarakat desa wisata.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua STP AMPTA, dilanjutkan dengan sesi diskusi tematik, tanya jawab interaktif, hingga pembekalan teknis berupa penyusunan laporan keuangan, strategi penyusunan program kerja, keprotokoleran, serta prosesi penerjunan mahasiswa KKN. Dengan pembekalan komprehensif ini, diharapkan mahasiswa STP AMPTA mampu menjadi motor penggerak pembangunan desa wisata yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan di berbagai daerah.
